Dan aku menunggu...

Ada kalanya aku merasa lelah. Kupandangi telepon, ingin menyatakan bahwa aku membatalkannya. Bahwa aku lelah menanti.

Dan, aku pun menelepon. Tapi bukan untuk membatalkan. Aku hanya cengengesan mendengar penjelasan mereka mengapa aku harus menunggu sebegitu lama.

Kata mereka, ada harapan.

Aku percaya?

Setengah hati saja.

Mudah-mudahan penantian ini ada akhirnya. Akhir yang dapat membuatku tersenyum.

catatan kecil (cakil) : ini kisah nyata

2 comments:

Anonymous said...

owalah .... :)

Nadiah Alwi - Write at Home Mom said...

hehehe...napa mas?
;D